RSS

Jembatan

13 Jan

Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang membelah Ibu Kota dari selatan menuju utara.

Sementara ini hanya di wilayah kota tua sajalah Jakarta memiliki jumlah jembatan yang cukup dengan jarak yang cukup berdekatan sehingga lalu lintas di wilayah sepanjang aliran sungai tidak terhalang. Sementara di wilayah di Selatan Jakarta, di mana saat ini sebagian besar warga Jakarta tinggal dan beraktivitas, justru sangat kekurangan jumlah jembatan.

Contoh sederhana:

Kalau kita berada di sekitar jalan Gajahmada dan berdiri di salah satu jembatannya, kita akan dengan mudah melihat jembatan di sebelah utara atau selatannya, sementara kalau kita melakukan hal yang sama di wilayah sekitar Jakarta Selatan, kita tidak akan dapat melakukannya. Bukan karena sungainya berliku, melainkan karena memang jarak antar jembatan sangat berjauhan.

Jembatan penyebrangan sungai sangat penting.

Terutama adalah untuk mengurangi jarak tempuh kendaraan. Saat ini, kalau kita sedang berada di wilayah sekitar stasiun kereta api Pasar Minggu dan hendak ke wilayah Condet, kita harus memutar jauh dengan 2 pilihan yang sama jauhnya: 1) lewat Kalibata, atau 2) lewat belakang gedung Antam.  Sehingga perjalanan yang seharusnya berjarak kurang dari 1km harus dilakukan lebih dari 4km, karena harus memutar. Akibatnya kendaraan harus berada di jalan raya lebih lama, sehingga ikut meningkatkan penggunaan jalan raya dan berarti ikut berkontribusi dalam menambah kemacetan.

Padahal kalau kita buatkan jembatan 4 jalur (2+2) + trotoar di kiri-kanan, yang dibuat di atas Sungai Ciliwung yang melintasi belakang Stasiun Kereta Api Pasar Minggu, akan banyak sekali pengurangan penggunaan jalan raya karena penghematan jarak tempuh tersebut.

Hal ini berlaku di seluruh sungai di Jakarta.  Jarak antar jembatan seharusnya maksimum 500m, dan itu berarti sekitar 20 jembatan lagi harus dibangun sehingga lalu lintas lebih lancar hidup di Jakarta makin menyenangkan.

Semoga Pak Gubernur mendapat kemudahan untuk dapat melaksakan amanat membangun kota demi perbaikan Jakarta, ya Pak.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Januari 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: